Tumben banget nulis soal agama tiba2 wkwkk bukan sok-sokan tapi ini buat ngisi waktu luang juga makanya gw nulis. awalnya telfonan lagi ngobrolin project untuk pondok pesantren tiba2 bahas masalah pasangan dan lanjut ke bahasan masalah si sekufu ini. aku pengen ngerti sekufu ini tuh sebenernya gimana konsepnya apakah serumit itu hingga membuat temenku ini gak nikah2 wkwkk dan ternyata sepahaman dia dan sepahamanku kurang lebih sama, sekufu ini jangan di anggap ribet.
dan intinya begini.. gw awali dengan hadistnya dulu:
"Wanita itu dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah yang baik agamanya, niscaya kamu akan beruntung." — HR. Bukhari Muslim
ِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا (install keyboard arab demi bisa nulis arab)
Empat hal itu harta, nasab, kecantikan, dan agama —itu wajar dijadikan pertimbangan. Tapi yang paling utama tetap agama. Nah, konsep sekufu ini muncul untuk membantu pasangan menciptakan harmoni dan kestabilan dalam rumah tangga/samawa sakinah mawadah warohmah.
dan sekufu itu menurutku bukan syarat sah nikah, tapi lebih ke pertimbangan untuk menjaga si sakinah ini. Sah aja kalau gak sekufu, asal dua belah pihak setuju.
Harus Sama di Semua Aspek?
Menurutku: gak harus! Sekufu itu soal kesepadanan, bukan keharusan. Ini sunnah, bukan rukun. Jadi kalo nggak 100% sekufu, bukan berarti hubunganya gagal total.
1. Harta: Beda Tipis Masih Aman
Gak harus sama-sama tajir. Yang penting jangan sampai perbedaan itu bikin:
- minder
- malu
- konflik
Kalau kamu bisa makan enak, tiap hari ke kantor pake gojek, beli Domino Pizza sendiri di kosan, dan gak ngutang buat bayar itu pizza, itu udah cukup jadi pertimbangan.
Ekonomi atau status sosial terutama dalam pekerjaan. Fardu ain hukumnya cowok kalo masalah perkerjaan. bukan matre karna minta di nafkahin itu emang fitrah dari perempuan. Perbedaan ekonomi boleh, asal jangan terlalu jomplang. Menurutku jika pasangan kalian bukan fakir miskin itu masih bisa di pertimbangkan, artinya orangnya yang berkecukupan sudah lebih dari cukup. Dan aspek harta inipun bisa di manipulasi karna rejeki gak selalu di atas.
2. Nasab: Bukan Raja, Gak Masalah
Sekufu nasab bicara asal-usul keluarga. Beberapa budaya memandang ini penting karena alasan kehormatan atau status sosial.
Tapi Islam gak mensyaratkan hal ini. Selama dua belah pihak saling menghargai dan gak ada yang merendahkan, ya lanjut aja.
Gak semua orang keturunan bangsawan. Dan itu bukan masalah.
rata2 nasab kita kan dari orang biasa kan, jadi jangan terlalu di ambil pusing.. apalagi cuma mitos janda (jawa sunda) / sunda minang.
3. Kecantikan/Ketampanan: Relatif
Jujur aja, penampilan fisik itu filter pertama. Tapi bukan penentu akhir. Cantik/ganteng itu relatif. Dan rasa nyaman itu bisa ngalahin segalanya. kalo pasanganmu normal secara fisik bisa jadi pertimbangan kalo udah saling suka, pasangan kita dibilang jelek sama orangpun menurut kita tetap cantik/ganteng kan. jadi jangan dijadikan satu-satunya ukuran. karna balik lagi kecantikan/kegantengan itu relatif yang penting saling suka dan nyaman
Selama gak bikin malu saat di ajak ke kondangan, dan kalian saling suka—ngapain dipikirin omongan orang?
4. Agama: Yang Ini Gak Bisa Ditawar
Kalau yang tiga sebelumnya fleksibel, aspek agama ini fondasi utama. Karena hidup bareng itu bukan cuma tentang cinta, tapi:
- Visi hidup
- Cara mendidik anak
- Gaya hidup
- Akhlak sehari-hari
Pokoknya kalo masih seagama, sholat 5 waktu, ngerti mana yang halal-haram, baik-buruk, dan punya akhlak baik. Kalo kamu dapet yang hafal Qur’an, hadist, bisa tahlilan, ya itu bonus besar. Kalau perempuan cari suami pendidikannya harus sama biar komunikasi nyambung, kalau agama nomor 1
tapi bang.. agamaku gak jelek2 amat kenapa masih di tolak? bangun nak dia nyarinya spek ustad hanan attaki/adi hidayat.
Jadi, Harus Sekufu di Semua? Nggak!
Menurutku pribadi:
- ✅ Wajib: Agama
- 🟡 Disarankan: Tiga lainnya (harta, nasab, fisik)
- 🔄 Fleksibel: Kalau saling sepakat dan siap jalan bareng, bahkan dengan perbedaan, ya jalanin aja!
Penutup: Jangan Ribet-Ribet
Keknya nyari pasangan itu bukan ajang nyari kloningan diri dah. Tapi nyari seseorang yang bisa diajak tumbuh bareng. Yang penting komunikasi jalan jangan lupa komunikasi itu dua arah kalo satu arah namanya seminar, niat lurus, dan bisa kerja sama.
Sekufu itu soal kesepadanan, bukan kesamaan 100%. Gak harus kaya sama kaya. Gak harus ganteng sama cantik. Gak harus anak pejabat semua. Yang penting: iman, akhlak, dan komitmen.
Kalo masih bisa berdoa bareng, makan berdua, jalan-jalan, dan ketawa bareng walau cuma nonton netflix harga 15k di shoope — mungkin kamu udah nemu orang yang sekufu buatmu.
💛
gitu lah intinya.. kalo ada yang kurang setuju boleh masukannya.. tulisan ini udah di approve by gus dari pondok senori wkwkk