Tidak Merokok Itu Biasa Saja

July 19, 2025 (1mo ago)

Aku tidak merokok dan itu biasa saja. Memangnya, harus bagaimana? Mungkin berbeda bila awalnya aku merokok lalu memilih berhenti, terdapat sebuah capaian di dalamnya. Tentu, aku dapat mengerti kebahagiaan para perokok yang sudah berhenti.

Aku memang tidak merokok sejak awal. Bapakku perokok tapi tidak perokok berat hanya sewajarnya aja. beliau pernah bilang ke aku kalo bisa jangan merokok, tapi kalo pengen gak papa tapi asal sudah punya uang sendiri.

Aku tidak pernah mencobanya sedikitpun sampai sekarang. Aku pernah berpikir apakah dengan merokok itu akan membuat terlihat maskulin atau bahkan dapat mengentaskan stres? Oh, tentu saja tidak. stres tetap bersemayam lambung dan dompet semakin tak karuan.

Tidak ada kebahagiaan gak si saat merokok. Semu rasanya. Tidak mengubah apapun, masyarakat tetap feodal, indeks demokrasi menurun, daya pikir kian pragmatis, dan kita tetap berpura-pura ketimuran. Tak perlu bicara soal kesejahteraan sambil merokok, asap rokokmu itu tengah dihirup orang lain.

Memang, kita semua akan mati, namun mati sebagai seorang perokok sungguh tidak menarik. Tentu, masih termaafkan, alih-alih mati sebagai koruptor intelektual.

Aku tak membenci perokok, aku jengkel terhadap tiap orang yang merasa berhak atas hak orang lain secara umum.

Para penafsir yang merokok jauh lebih absurd, mereka menafsir, lalu menyalahkan tafsir yang lain. Tafsir mereka saja yang benar, sisanya harus bubar. bahkan ada pendakwah yang bilang satu hembusan rokok itu sama dengan 1 pahala.. Ironis.

Tidak ada ruang sehat hari ini, untuk berpikir atau sekadar bernapas. Bertahanalah, kiamat tak lama lagi katanya.

tapi aku belum nikah jadi jangan kiamat dulu 😁